Berita  

Shiddiqiyyah Serahkan 66 Unit Rumah Syukur Layak Huni

Acara serah terima 66 unit rumah syukur layak huni secara simbolis, dalam peringatan hari sumpah pemuda di Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Losari Ploso Jombang Sabtu (28/10/2023)

Jombang, Liputan10.id – Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah Front Ketuhanan Yang Maha Esa (OPSHID FKYME) memberikan bantuan Rumah Syukur Layak Huni sebanyak 66 unit pada peringatan hari Sumpah Pemuda dan peringatan hari lahirnya lagu kebangsaan Indonesia Raya yang ke-95 pada Sabtu (28/10/2023)

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis dan disiarkan secara virtual yang diikuti oleh 57 kabupaten atau kota penerima bantuan yang tersebar di 13 provinsi di seluruh Indonesia.

Serah terima tersebut diadakan di Pesantren Majma’al Bahrain Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Sabtu (28/10/23).

Untuk diketahui, bantuan rumah syukur Sumpah Pemuda layak huni Shiddiqiyyah ini diperuntukkan kepada warga yang membutuhkan, tidak pandang suku, agama, ras maupun golongan akan tetapi diperuntukkan bagi siapa saja yang dipilih dan yang berhak mendapatkan bantuan rumah syukur ini

Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Kiai Moch Muchtar Mu’thi menjelaskan bahwa Sumpah Pemuda adalah nikmat besar yang harus disyukuri terutama oleh Pemuda Shiddiqiyyah.

“Selain peristiwa Sumpah Pemuda-nya yang ditasyakkuri, juga men-tasyakkuri lahirnya lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kedua peristiwa penting itu terjadi pada Kongres Pemuda ke II, 28 Oktober 1928,” ujarnya.

OPSHID berpegang pada pendirian profesionalisme dalam pengabdian maka untuk pengabdian di bidang Rumah Syukur ini totalitas tersebut ditunjukkan dalam bentuk penggunaan material bangunan berkualitas premium dan konstruksi yang profesional.

“Selain karena aspek-aspek perbedaan tahun ini yang sudah dijabarkan di atas, dari jumlah rumah yang dibangun itu sendiri yaitu 66 unit merupakan angka terbesar rumah yang dibangun di satu event, sepanjang sejarah berdirinya OPSHID,” ucap pendiri Shiddiqiyyah ini

Pembangunan Rumah Syukur ini dipersembahkan 100% gratis untuk penerimanya, bukan jenis program yang tidak total dalam membangun rumah sehingga penerima harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk melengkapi kebutuhan rumah. Penerima Rumah Syukur akan menerima paket lengkap rumah beserta perabotannya, fasilitas air dan listrik juga menerima fasilitas penunjang kesehariannya.

“Salah satu prinsip yang mendasari tindakan ini adalah keinginan kita sebagai bangsa Indonesia untuk menjadi raja di Tanah Airnya sendiri. Setiap manusia berhak atas kebutuhan dasar dalam hidup, dan setiap lapisan masyarakat berhak untuk menikmati fasilitas yang dapat menunjang kesehariannya. Karena rakyat Indonesia selayaknya memiliki, menikmati, dan mensyukuri Indonesia seutuhnya,” tutur pimpinan pondok pesantren Shiddiqiyyah ini. (red)

 

Editor : cwr

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *