JOMBANG, Liputan10.id – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental, Posyandu Kesehatan Jiwa (Poskeswa) “Seroja” Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, kembali menggelar kegiatan pelayanan terpadu kesehatan jiwa di Aula Kantor Kecamatan Perak.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan ini diikuti oleh masyarakat dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Perak.
Poskeswa “Seroja” merupakan inisiatif lintas sektor yang melibatkan tenaga kesehatan Puskesmas, perangkat desa, kader kesehatan, serta mahasiswa STIKes Husada Jombang. Program ini menjadi bagian dari gerakan “Jombang Sehat Jiwa dan Raga” yang menempatkan kesehatan mental sebagai aspek penting dalam kesejahteraan masyarakat.
Ketua kelompok PPL STIKes Husada Jombang, Praditiya Putra Firdaus, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan edukasi dan pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan psikologis.
“Kami tidak hanya melakukan pemeriksaan dan konseling, tetapi juga memberikan pemahaman kepada keluarga bagaimana cara mendampingi anggota yang mengalami gangguan mental dengan penuh empati dan tanpa stigma,” ujarnya.
Beragam layanan diberikan dalam kegiatan ini, mulai dari pemeriksaan kondisi kejiwaan, konseling psikologis, pendataan pasien ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), hingga sosialisasi mengenai tanda-tanda stres, depresi, dan gangguan kecemasan.
Petugas juga memberikan edukasi tentang manajemen stres serta pentingnya menjaga keseimbangan emosi dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua kader Posyandu Keswa “Seroja” Kecamatan Perak, Imam Muklis, mengungkapkan bahwa kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat.
“Banyak warga merasa terbantu karena bisa berkonsultasi langsung dengan tenaga ahli. Harapannya, masyarakat tidak lagi menganggap masalah kejiwaan sebagai aib, tapi sebagai kondisi yang bisa disembuhkan dengan dukungan bersama,” katanya.
Sementara itu, Rektor STIKes Husada Jombang, Dr. Hj. Sholijah, memberikan apresiasi atas sinergi mahasiswa dengan pemerintah kecamatan dan tenaga kesehatan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Mahasiswa kesehatan memiliki peran penting sebagai agen perubahan. Melalui program Posyandu Jiwa seperti ini, mereka belajar langsung berinteraksi dengan masyarakat dan menerapkan ilmu kesehatan mental secara nyata,” jelasnya.
Ia juga menegaskan pentingnya kesadaran kolektif terhadap isu kesehatan mental.
“Kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Melalui Poskeswa Seroja, kita ingin masyarakat Perak semakin terbuka dan tidak ragu mencari pertolongan ketika mengalami tekanan mental,” tambahnya.
Kegiatan Posyandu Kesehatan Jiwa “Seroja” diharapkan dapat menjadi model layanan kesehatan jiwa berbasis masyarakat yang dapat diterapkan di kecamatan lain. Melalui kegiatan ini, stigma terhadap ODGJ semakin berkurang dan masyarakat dapat saling mendukung untuk menciptakan lingkungan yang sehat, harmonis, dan berdaya.
Langkah Kecamatan Perak dan Poskeswa “Seroja” menjadi bukti nyata bahwa perhatian terhadap kesehatan mental bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan bentuk gotong royong sosial untuk membangun Jombang yang sehat, kuat, dan bahagia lahir batin. (lis)
![]()
