Mojokerto, Liputan10.id – Aksi damai para tenaga non-ASN Pemerintah Kota Mojokerto digelar pada Senin pagi (8/12/2025) sekitar pukul 09.00 WIB di depan Kantor Pemerintah Kota Mojokerto. Aksi ini dilakukan untuk menagih janji pemerintah daerah terkait pengusulan nama-nama tenaga non-ASN ke dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Jakarta, sebagaimana sebelumnya dijanjikan oleh pejabat Pemkot Mojokerto.
Aksi tersebut diikuti oleh tiga perwakilan utama tenaga non-ASN, yaitu Ketua Isfan Hari, Sekretaris Akhmad Khafid, dan Koordinator Lapangan Noer Pendik. Mereka menyuarakan kekecewaan karena nama-nama mereka tidak masuk dalam data pengusulan yang telah dikirim pemerintah daerah.
Ketua aksi, Isfan Hari, menjelaskan bahwa pihaknya sebelumnya telah difasilitasi Sekda untuk bertemu dengan pejabat terkait, termasuk Yasak, dan dijanjikan bahwa seluruh nama akan diusulkan. Namun dalam realisasinya, dari total 18 nama yang tercatat, hanya 3 orang dipastikan tidak diperpanjang mulai 1 Januari tahun depan, sementara status 15 orang lainnya masih belum ada kejelasan.
“Harapan saya, kami merasa dizalimi dan kami akan tetap berjuang,” tegas Isfan dalam orasinya.
Sementara itu, Koordinator Lapangan Noer Pendik menegaskan bahwa perjuangan mereka tidak akan berhenti hingga mendapatkan keadilan. “Kami akan tetap berjuang,” ujarnya.
Aksi berjalan dengan damai dan tertib. Para tenaga non-ASN berharap Pemerintah Kota Mojokerto segera memberikan klarifikasi resmi serta solusi atas ketidakjelasan nasib mereka. (Yus)
![]()
