Catut Nama Organisasi Wartawan Diduga Bantuan Dana Hibah Diselewengkan

Ilustrasi : Dana hibah

Jombang, Liputan10.id – Bantuan Dana Hibah yang bersumber dari APBD Kabupaten Jombang, yang diberikan kepada salah satu organisasi wartawan di Jombang diduga diselewengkan oleh oknum ketua organisasi tersebut.

Padahal dana yang bersumber dari APBD adalah sejatinya uang rakyat. Tentu sudah sepatutnya jika uang tersebut dipergunakan untuk kepentingan masyarakat, khalayak umum, atau kegiatan-kegiatan yang menunjang kinerja dan program-program kemasyarakatan

Namun, niat baik Pemkab Jombang memberikan bantuan kepada organisasi melalui dana hibah yang notabene bersumber dari uang rakyat tersebut, dalam praktiknya disalahgunakan oleh oknum tertentu

Anggaran belanja bansos dan hibah dari Pemkab Jombang melalui Dinas Kominfo. Data dari sumber disebutkan, anggaran dana hibah Tahun Anggaran (TA) 2022 sebesar 25 juta untuk salah satu organisasi wartawan di Jombang, sebut saja organisasi A, yang seharusnya bisa membantu untuk menghidupkan organisasi tersebut, akan tetapi disalahgunakan oleh ketuanya sendiri.

Bahkan anggotanya banyak yang tidak tahu dan tidak pernah dilibatkan dalam pengelolaan anggaran dana hibah TA 2022 yang dananya cair pada awal November 2022 lalu.

Informasi dari narasumber yang juga salah satu pengurus di organisasi A sebut saja Gogon (bukan nama sebenarnya-Red) mengeluhkan karena pengelolaan dana hibah tersebut tidak transparan

“Saya adalah bagian pengurus dari organisasi tersebut dan saya juga tahu bahwa organisasi saya mendapatkan bantuan berupa dana hibah tahun 2022 dari APBD Jombang. Akan tetapi saya tidak pernah tahu kapan cairnya, berapa nominalnya dan peruntukan dana hibah tersebut untuk apa. Sejak organisasi tersebut terbentuk di Jombang saya dan beberapa teman yang juga anggota organisasi A tidak pernah dilibatkan terkait dana yg didapat dari mana saja,” ungkapnya sambil geleng geleng kepala

Sumber lain, sebut saja Bejo (bukan nama sebenarnya juga-red) terang-terangan menyebutkan selain anggaran dari APBD, ada juga anggaran dari perusahaan-perusahaan swasta juga selalu mengatasnamakan organisasi A. Tetapi sebagian besar anggota semua tidak ada yang tahu. Namun ketika ada kegiatan untuk organisasi yang sekiranya harus urunan dengan uang pribadi, baru para anggota organisasi dilibatkan,” keluh bejo yang di Amini anggota lainnya. (red)

 

Editor : cwr

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *