Diduga Terbengkalai, TPS Ban di Desa Kwedenkembar Belum dibagikan ke Warga

Tempat Pembuangan Sampah (TPS) berbahan karet ban di Desa Kwedenkembar terlihat terbengkalai, belum dibagikan warga

Mojokerto, Liputan10.id – Sebuah proyek Tempat Pembuangan Sampah (TPS) berbahan dasar karet ban di Desa Kwedenkembar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, diduga belum dibagikan kepada warga dan kini tampak terbengkalai. Kondisi ini menjadi sorotan warga serta sejumlah pihak yang mempertanyakan transparansi dan pemanfaatan proyek tersebut.

Kondisi TPS ban yang terbengkalai tersebut terpantau pada Selasa (22/7/2025). Keberadaannya memunculkan dugaan bahwa fasilitas itu belum disalurkan atau dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Tim Liputan10.id yang berupaya mengonfirmasi langsung ke Balai Desa Kwedenkembar pada Senin (21/7/2025) tidak berhasil menemui Kepala Desa karena tidak berada di tempat. Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari perangkat desa mengenai status TPS yang diduga dibiayai menggunakan Dana Desa tersebut.

Kantor Desa Kwedenkembar, Kecamatan Mojoanyar

Keprihatinan disampaikan oleh Johan, perwakilan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LPHM PANDAWA Mojokerto.

“Kami menduga tempat pembuangan sampah ini belum dibagikan atau tidak diberikan kepada warga sekitar. Sampai saat ini kami juga belum bisa bertemu langsung dengan kepala desa. Namun kami akan terus mengawal dan mengawasi pelaksanaan program-program pemerintah, termasuk yang bersumber dari Dana Desa,” ujarnya.

Johan menambahkan, LPHM PANDAWA berkomitmen menjalankan fungsi pengawasan demi menjamin penggunaan anggaran publik dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Sementara itu, warga berharap agar fasilitas TPS yang telah dibuat benar-benar dibagikan dan dimanfaatkan, agar tidak menjadi proyek formalitas tanpa manfaat nyata.

Menanggapi upaya klarifikasi yang dilakukan melalui aplikasi WhatsApp, pihak Pemerintah Desa yang diwakili oleh PJ Yani tidak memberikan keterangan yang memadai. Bahkan tanggapan yang disampaikan dinilai menyimpang dari substansi pertanyaan yang diajukan.

“Kami mendesak agar Pemerintah Desa segera memberikan klarifikasi dan menindaklanjuti dugaan ini,” tegas Hari, salah satu warga yang prihatin atas kondisi tersebut.

Hingga berita ini dirilis, pihak desa belum memberikan keterangan resmi terkait kelanjutan proyek TPS tersebut. (Yustinia)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *