MOJOKERTO, Liputan10.id – Proyek peningkatan Bendung Wonokerto yang berada di Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto terus berjalan dan menunjukkan progres positif. Pembangunan infrastruktur irigasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas distribusi air bagi lahan pertanian masyarakat sekitar.
Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025 itu memiliki nilai kontrak sebesar Rp4.125.001.000 dengan waktu pelaksanaan selama 160 hari kalender.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi primer dan sekunder pada daerah irigasi dengan luas di bawah 1.000 hektare yang berada di bawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mojokerto.
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan konstruksi tersebut dilaksanakan oleh PT Cumi Darat Konstruksi dengan tanggal kontrak dimulai pada 4 Juli 2025.
Dalam pelaksanaannya, proyek ini memang mengalami penyesuaian jadwal penyelesaian. Hal tersebut disebabkan oleh faktor alam dan kondisi cuaca yang mempengaruhi proses pekerjaan di lapangan.
“Rois Arif Budiman saat dikonfirmasi awak media menjelaskan bahwa target awal penyelesaian sebenarnya pada bulan Desember. Namun karena adanya faktor alam, pihak pelaksana memperoleh tambahan waktu pengerjaan.
Utk tahap pertama yg kita laksanakan adalah pembangunan tubuh bendung utama dulu, yg selanjutnya secara bertahap di Tahun 2026-2027. Kita rencanakan kegiatan lanjutan untuk memperkuat tebing dan memaksimalkan fungsi bendung irigasi
“Ia menambahkan bahwa proyek pembangunan bendung tersebut dirancang dalam beberapa tahap pembangunan yang akan dilakukan secara bertahap agar hasilnya maksimal dan berkelanjutan.
Menurut Rois, seluruh tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan fungsi bendung dapat berjalan optimal dalam mendukung sistem pengairan pertanian di wilayah Kutorejo.
“Kami akan melakukan yang terbaik untuk masyarakat sekitar, khususnya warga di wilayah pertanian sekitar bendung,” ujarnya.
Pembangunan Bendung Wonokerto sendiri dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan ketahanan air bagi sektor pertanian.
Dengan peningkatan infrastruktur irigasi tersebut, diharapkan aliran air menuju lahan pertanian dapat lebih stabil dan merata.
Salah satu warga sekitar proyek, Wahib, mengaku menyambut baik peningkatan pembangunan bendung tersebut.
Ia berharap proyek tersebut dapat segera selesai sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para petani.
“Kalau bendung ini sudah selesai tentu akan sangat membantu petani karena air irigasi bisa lebih lancar,” ujarnya.
Dengan komitmen penyelesaian yang terus berjalan, proyek peningkatan Bendung Wonokerto diharapkan dapat menjadi salah satu infrastruktur pendukung pertanian yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto.
(Yustinia)
![]()
