Proyek Drainase Dikebut, PUPR Mojokerto Targetkan Penanganan Banjir Rampung November

Mojokerto, Liputan10.id — Upaya Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam mengantisipasi persoalan banjir dan genangan air terus digenjot. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto, sedikitnya enam paket pekerjaan pembangunan dan peningkatan sistem drainase tengah dilaksanakan di sejumlah wilayah.

Program tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas dan fungsi jaringan drainase, terutama di kawasan yang selama ini memiliki potensi mengalami genangan maupun banjir ketika curah hujan meningkat.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Yuni Laili Faizah, mengatakan enam paket pekerjaan drainase tersebut merupakan program prioritas tahun berjalan. Pekerjaan diarahkan untuk mengelola sekaligus mengendalikan kelebihan air permukaan, terutama air hujan, agar dapat mengalir menuju saluran pembuangan sebagaimana mestinya.

“Proyek-proyek ini menjadi prioritas di tahun berjalan, sedianya untuk penanganan. Pastinya untuk mengelola dan mengendalikan kelebihan air permukaan seperti air hujan dan lain-lain, agar air menuju pembuangan air yang semestinya dan tidak menimbulkan masalah. Mengingat ada wilayah yang rawan banjir dan ada juga yang menimbulkan genangan,” ungkap Yuni.

Sementara itu, Yayan, Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan Prasarana Permukiman Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, menjelaskan bahwa terdapat enam paket pekerjaan drainase yang saat ini menjadi perhatian pemerintah daerah.

Salah satunya adalah peningkatan sistem drainase perkotaan di Desa Leminggir, Kecamatan Mojosari, dengan nilai pekerjaan sekitar Rp970 juta.

Dari enam paket yang berjalan, pekerjaan peningkatan drainase di Leminggir disebut telah mencapai progres sekitar 90 persen. Sementara paket lainnya masih terus dikebut agar dapat diselesaikan sesuai target pelaksanaan.

Salah satu pelaksana, Zainul, mengatakan pekerjaan di lokasi tersebut sudah memasuki tahap akhir dan pihaknya berupaya menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“Proyek ini tinggal 90 persen dan hampir rampung. Kami juga mengupayakan dan mengerjakan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan,” ujarnya.

Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto menargetkan seluruh paket pekerjaan drainase tersebut dapat dirampungkan pada akhir November 2026. Bahkan, percepatan penyelesaian tetap diupayakan apabila kondisi pekerjaan di lapangan memungkinkan.

Salah satu upaya mendukung percepatan pekerjaan dilakukan melalui penggunaan material konstruksi pabrikan yang dinilai dapat membantu efisiensi waktu, khususnya pada proses pemasangan di lapangan.

Pembangunan dan peningkatan jaringan drainase ini diharapkan tidak sekadar menambah infrastruktur, tetapi juga mampu meningkatkan kelancaran aliran air dari kawasan permukiman menuju saluran pembuangan. Dengan demikian, potensi munculnya genangan dapat ditekan, terutama ketika intensitas hujan meningkat.

Program enam paket pekerjaan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Mojokerto memperkuat infrastruktur pengendalian air permukaan. Keberhasilan program tentu tidak hanya ditentukan oleh cepatnya pekerjaan selesai, tetapi juga oleh fungsi saluran setelah dibangun serta pemeliharaan secara berkelanjutan.

Dengan target penyelesaian pada November 2026, masyarakat kini menanti hasil nyata dari pembangunan tersebut, terutama di wilayah yang selama ini menghadapi persoalan genangan dan banjir. Infrastruktur drainase yang berfungsi optimal diharapkan dapat memberikan rasa aman dan meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam menghadapi musim penghujan.

(Yustinia)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *