Wakil Ketua MPR RI Di Dampingi Bupati Malang Hadiri Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Bersama Jamaah Wahidiyah Malang

Malang, Liputan10.id – Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, MM mendampingi Wakil Ketua MPR RI Dr. Ahmad Basarah, S.H.,MH, menghadiri Sosialisasi Empat Pikat Kebangsaan bersama Jamaah Wahidiyah Malang Raya berlokasikan di Kantor PW Wahidiyah Kepanjen, Rabu (28/6/2023) sore. Turut hadir pada kesempatan yang sama Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur H Gunawan SH, M. HUM, Wakil Bupati Malang Drs. H. Didik Gatot Subroto, SH., MH., Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi, S. Sos., Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM.

Bupati Malang menyambut baik penyelenggaraan Sosialisasi Empat Pilar Kabngsaan ini, Dimana Pelaksanaan kegiatan ini bermakna penting sebagai sarana untuk memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

Meneruskan sambutannya Bupati Malang juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Ahmad Basarahselaku Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi X DPR RI Dapil Malang Raya yang telah menyempatkan waktunya hadir dan menjadi pemateri pada forum yang esensial ini.

Para pendiri bangsa Indonesia telah mewujudkan konsepsi kebangsaan dan kenegaraan yang berkaitan dengan dasar negara yaitu Pancasila, konstitusi negara yaitu Undang-Undang Dasar 1945, bentuk negara yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan wawasan kebangsaan Indonesia.

“Empat pilar ini kita perkuat bersama yang telah membuktikan sejak tahun 1945 hingga saat ini Negara Indonesia tetap utuh di bawah Pancasila. Kita sebagai generasi muda sebagai penerus bangsa harus bersyukur mempunya filsufis Pancasila Bung Karno beserta seluruh pengurus Pancasila yang meletakkan Pancasila ketuhanan yang Maha Esa di letakkan di nomer pertama, Hal ini agar semua masyarakat Indonesia seluruhnya dalam menjalankan kehidupan bernegara selalu di landasi oleh ketuhanan yang maha esa,” ucap Bupati Malang.

Selanjutnya Wakil Kutua MPR RI berharap bahwa sesuai dengan empat pilar yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945. Tentunya dengan ketetapan MPR RI, rasa kebhinnekaan harus dipupuk.
Menurutnya, Indonesia memang sangat beragam, terdiri dari beribu suku dan bahasa begitu juga dengan wilayahnya yang terdiri atas banyak pulau. Tidak akan mungkin untuk dijadikan seragam. Namun keberagaman tersebut tidak boleh dijadikan sebagai sumber perpecahan melainkan potensi. Sebab, hal paling penting adalah menjaga keutuhan NKRI.

“Ini karena NKRI telah disepakati sejak 71 tahun lalu. Terkait dengan Pancasila, Zulkifli mengimbau agar landasan ideologi Indonesia tersebut jangan hanya dihafalkan. Pancasila seharusnya dimengerti dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Kalau kita mengimplementasikan Pancasila, kita akan menjadi manusia yang beradab,” ujar Wakil Ketua MPR RI

sosialisasi pancasila, NKRI, UUD 1945, dan bhinneka tunggal ika menjadi salah satu ikhtiar MPR RI sebagai lembaga legislatif yang akan senantiasa berupaya mengawal nilai-nilai dan semangat nasionalisme dalam berbangsa dan bernegara.

“Internalisasi dan pemahaman terhadap unsur-unsur yang terkandung dalam empat pilar tersebut agaknya senantiasa ditumbuhkembangkan dalam mewujudkan visi besar masa depan Indonesia yang lebih maju, menuju masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera, serta menjadi negara yang berdaulat dan bermartabat,” jelas Wakil Ketua MPR RI

Sebagai informasi, Empat pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NKRI 1945 sebagai konstitusi negara dan ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara, adalah tonggak dari keutuhan bangsa Indonesia.

“Terkandung nilai-nilai dari persaudaraan dan persahabatan dalam mendulang persatuan bangsa indonesia, diliputi dengan suasana kebaikan, kesucian dan keindahan. Persatuan dan kesatuan bangsa harus selalu dijaga, supaya negara Indonesia menjadi negara yang mandiri dan lebih sejahtera,” pungkas Wakil Ketua MPR RI. (red)

 

Editor : April

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *