Ketua DPRD Jombang, Mas’ud Zuremi 4 Periode Menjadi Wakil Rakyat

Mas'ud Zuremi, Ketua DPRD Kabupaten Jombang periode 2019-2024 saat ditemui di kantornya Rabu (4/10/2023)

Jombang, Liputan10.id – Ketua DPRD Kabupaten Jombang periode 2019-2024, Mas’ud Zuremi merupakan Politisi senior dari partai PKB. Pria yang akrab dipanggil Abah Mas’ud ini telah menjabat sebagai wakil rakyat selama 4 periode. Kini Abah Mas’ud telah siap bertarung kembali di pemilihan legislatif (Pileg) tahun 2024 untuk menjadi wakil rakyat Kabupaten Jombang yang ke-5 melanjutkan pengabdiannya dan bisa lebih bermanfaat bagi umat

Sebagai politisi senior PKB di kota santri ini Mas’ud Zuremi telah mengikuti kontestasi sebagai anggota DPRD sejak Pemilu legislatif tahun 2004 silam, dan setiap kontestasi ia selalu terpilih sebagai Wakil rakyat tercatat telah 4 periode sebagai anggota dewan.

Jabatan yang pernah di emban pada masa menjadi Anggota DPRD yakni pada periode 2004-2009 adalah sebagai Ketua Komisi B, pada periode 2009-2014 sebagai Ketua Komisi C dan juga Ketua Fraksi PKB sedangkan pada periode 2014-2019 menjadi Wakil Ketua DPRD, dan untuk periode saat ini 2019-2024 Mas’ud terpilih sebagai Ketua DPRD Jombang

Terlahir dari keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) sejak kecil Mas’ud Zuremi telah mengenyam pendidikan berbasis agama dan menjalani masa pembelajaran dasar seperti umumnya warga nahdliyin lainnya yakni dimulai dari setara Sekolah Dasar di MI Al Khoiriyah lulus tahun 1976 dan sekolah lanjutan yang sama di SMP Al Khoiriyah lulus tahun 1979.

Justru yang unik saat melanjutkan studi di jenjang SLTA. Sebagai warga asli NU, Abah Mas’ud justru melanjutkan pendidikan lanjutan atas di SMA Muhammadiyah Jombang hingga lulus tahun 1982. Ditanya alasan menuntut ilmu di luar sekolah berbasis NU, ia menjawab singkat, ”Karena saya ingin mendapatkan ilmu baru dan pengalaman yang baru,” jawabnya sembari tersenyum saat ditemui di ruang kerjanya Rabu (4/10/2023)

Usai menamatkan pendidikan di SMA Muhammadiyah tahun 1984, Abah Mas’ud menuntut ilmu di STKIP PGRI Jombang dengan memilih program studi jurusan Pancasila dan Kewarga Negaraan (PKN).

Lantaran hobi berorganisasi, usai menamatkan pendidikan SMA dan berkuliah, Abah Mas’ud mulai menggeluti dunia politik praktis. Pilihannya saat itu, masuk jajaran pengurus PPP Jombang. Kala itu, jumlah Parpol era Orde Baru, sangat sedikit. Hanya PPP, Golkar dan PDI.

Usai gonjang-ganjing Reformasi Politik tingkat Nasional tahun 1998, Abah Mas’ud yang kala itu masih berumur 26 tahun merubah halauan politiknya dengan keluar dari PPP dan masuk ke PKB, yang didirikan Gus Dur.

Menurut ayah 2 putri dan 2 putra ini, selama ikut dalam organisasi politik, ia mendapatkan begitu banyak pengalaman organisasi. Bahkan, reputasi politik Abah Mas’ud dipercaya di beberapa posisi jabatan strategis. Masing-masing pernah menjabat sebagai Sekretaris Dewan Syuro hingga Bendahara DPW PKB Jawa Timur. ”Saat ini saya masih diberi amanah sebagai Wakil Dewan Syuro PKB,” jelasnya.

Ikhwal inisiatif mencalonkan sebagai wakil rakyat, Abah Mas’ud mencoba peruntungan pada tahun 2004 silam. Alasannya, simpel. Selain sebagai bagian dari kecintaan dalam berorganisasi, juga lebih bermanfaat bagi umat.

Abah Mas’ud bercerita bahwa ia selalu antusias dalam mengikuti setiap tahapan proses legislasi internal partai maupun lingkup dewan, Abah Mas’ud selalu mengikuti tanpa pernah absen. Kecuali sedang sakit atau berhalangan.

“Saya gak pernah absen dalam setiap agenda dewan. Selama saya sehat saya pasti hadir. Baik dalam sidang paripurna, hearing, rapat-rapat internal anggota dewan atau komisi dan kunjungan kerja baik bersama anggota legislatif maupun eksekutif,” ucapnya

“Tugas utama wakil rakyat adalah fungsi kontrol. Jadi harus dijalankan apapun kondisinya. Saya tidak pernah tertidur saat rapat-rapat meski dulu saya pernah difitnah salah satu oknum media online difoto saat sedang menunduk mengambil ballpoint, tapi ditulis seolah saya tertidur di atas meja,” ungkapnya.

Di sela kesibukannya sebagai wakil rakyat, Abah Mas’ud tidak pernah melupakan urusan akhirat. Hingga kini, ia diamanahi warga sebagai Ketua Yayasan Nurul Hikmah Dusun Ingas Pendowo Desa/Kecamatan Sumobito Jombang. Tak hanya itu saja, ia juga mendapatkan amanah sebagai Ketua Takmir Masjid Al Hikmah Sumobito.

“Alhamdulillah masih dipercaya warga. Urusan non politik ini sebagai penyeimbang agar saya selalu ingat dengan Sang Khalik dalam menjalani seluruh proses kehidupan,” pungkasnya sambil tersenyum ramah. (cwr)

 

Penulis : cwr
Editor : cwr

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *