Mojokerto, Liputan10.id — Proyek revitalisasi TK Dharma Wanita Kumitir, Kecamatan Jatirejo, kini tengah memasuki masa pembangunan dengan semangat meningkatkan kualitas pendidikan usia dini di Kabupaten Mojokerto. Program ini merupakan bagian dari agenda nasional untuk memperkuat infrastruktur pendidikan dasar di seluruh Indonesia.
Berdasarkan informasi, proyek ini menggunakan dana APBN Tahun Anggaran 2025 senilai Rp 384.135.000, yang disalurkan melalui dua tahap, yakni Rp 268.894.500 pada tahap pertama dan Rp 115.240.500 pada tahap kedua. Pekerjaan dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) selama 75 hari kalender, dimulai sejak 9 Oktober 2025 dan ditargetkan rampung pada 22 Desember 2025.
Kepala sekolah Defianing Andra Laores, S.Pd, menjelaskan bahwa proses revitalisasi ini mencakup perbaikan struktur bangunan, penambahan ruang kegiatan belajar, serta peningkatan fasilitas penunjang bagi anak-anak.
“Kami bersyukur, pemerintah masih memperhatikan pendidikan anak usia dini di daerah. Semoga setelah selesai, sekolah ini menjadi tempat belajar yang lebih aman, bersih, dan menyenangkan,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan Sekretaris Desa Kumitir, Lukman, yang menyebut proyek ini sebagai bentuk nyata sinergi antara pemerintah pusat, sekolah, dan masyarakat. “Kami di pemerintahan desa siap mendukung dan mengawasi agar pembangunan berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran,” katanya.
Revitalisasi ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi kemajuan dunia pendidikan anak usia dini, tidak hanya di Desa Kumitir tetapi juga di seluruh wilayah Kecamatan Jatirejo dan sekitarnya.
(Yustinia)
![]()
