Mojokerto, Liputan10.id – Pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo dalam forum rapat kerja nasional di Makassar yang menyatakan kesiapannya untuk terlibat aktif membangun struktur Partai Solidaritas Indonesia (PSI) hingga tingkat desa mendapat respons positif dari jajaran kader di daerah.
Langkah tersebut dinilai sebagai strategi penting untuk memperkuat basis organisasi politik langsung di tengah masyarakat.
Kader sekaligus pengurus OKK dan Media DPD PSI Mojokerto, Bro Riki, menyebut sikap tersebut sebagai bentuk komitmen nyata, bukan sekadar pesan simbolik. Menurutnya, keterlibatan figur nasional dalam penguatan struktur sampai level paling bawah akan mendorong konsolidasi partai yang lebih menyentuh kebutuhan riil warga desa.
Ia menilai selama ini dinamika politik modern kerap terpusat di kota besar dan ruang digital, sehingga terdapat jarak dengan realitas sosial masyarakat pedesaan.
Dengan rencana turun langsung ke desa, pendekatan politik diharapkan menjadi lebih dialogis dan berbasis persoalan konkret warga.
“Desa adalah titik awal denyut pembangunan. Jika struktur partai kuat di desa, maka aspirasi masyarakat bisa tersalurkan lebih cepat dan tepat,” ujar Bro Riki, Sabtu (31/1/2026).
Menurutnya, penguatan dari bawah juga berpotensi menghapus stigma bahwa PSI hanya kuat di kalangan perkotaan dan pemilih muda urban.
Kehadiran langsung tokoh nasional di desa dinilai mampu membuka ruang interaksi yang lebih luas dengan kelompok tani, nelayan, pelaku UMKM, serta komunitas lokal lainnya.
Langkah tersebut, lanjutnya, sekaligus menjadi sarana internalisasi etos kerja dan disiplin organisasi kepada kader muda. Dengan struktur yang hidup hingga desa, gagasan keberlanjutan pembangunan dapat disosialisasikan secara lebih sistematis dan terukur.
(Yustinia)
![]()
