Warga Kintelan Minta Tindakan Preventif, Jangan Tunggu Abrasi Makin Parah

MOJOKERTO, Liputan10.id – Longsor yang terjadi di Desa Kintelan, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Kamis (19/2/2026) malam, kembali membuka persoalan klasik penanganan bencana di wilayah rawan. Tebing tanah yang ambrol di dekat permukiman warga memicu kepanikan dan kekhawatiran akan longsor susulan.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.00 hingga 20.00 WIB itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun dampaknya cukup signifikan terhadap rasa aman masyarakat.

Beberapa rumah kini berada di area yang dinilai semakin rentan akibat pergeseran dan gerusan tanah.

Pj Camat Puri Hari bersama Pj Lurah Kintelan Eko Wahyu hadir di lokasi untuk melakukan pengecekan.

Kehadiran tersebut diapresiasi warga, namun mereka menekankan bahwa yang dibutuhkan bukan hanya kunjungan, melainkan realisasi pengerjaan fisik yang konkret dan berkelanjutan.

Ukayah, warga terdampak, menyatakan bahwa selama ini penanganan yang dilakukan masih bersifat sementara. Pemasangan gedeg sesek sebagai penahan tanah dianggap tidak mampu menjadi solusi jangka panjang.

“Kalau hanya dipasang sesek, saat hujan deras ya jebol lagi,” ujarnya.
Warga menilai pemerintah daerah, khususnya dinas terkait, perlu melakukan perencanaan teknis menyeluruh. Pembangunan talud permanen atau penguatan tebing dinilai mendesak agar abrasi tanah tidak semakin mendekati rumah warga.

Mereka berharap pengajuan anggaran tidak lagi tertunda atau terhambat birokrasi.
Pj Lurah Kintelan menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait di Kabupaten Mojokerto untuk langkah lanjutan.

“Ia juga mengimbau warga tetap waspada saat cuaca ekstrem.
Peristiwa ini menjadi momentum penting bagi Pj Camat yang baru menjabat untuk menunjukkan komitmen terhadap perlindungan warga.

Masyarakat Kintelan berharap kebijakan ke depan lebih mengedepankan tindakan preventif, bukan reaktif.

Jangan sampai penanganan serius baru dilakukan ketika bencana sudah menimbulkan korban dan kerugian yang lebih besar.

(Yustinia)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *