MOJOKERTO, Liputan10.id – Dinamika politik desa kembali menjadi perhatian publik setelah sejumlah warga di Desa Kintelan, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto mempertanyakan transparansi panitia dalam proses pemilihan kepala desa.
Minimnya informasi resmi mengenai daftar calon dinilai berpotensi mencederai semangat demokrasi di tingkat akar rumput.
Sebagian warga mengaku belum pernah melihat pengumuman resmi terkait siapa saja yang telah memenuhi syarat pencalonan.
Ketidakjelasan ini menimbulkan persepsi bahwa proses berlangsung tanpa partisipasi publik yang memadai. Padahal, keterbukaan informasi merupakan prinsip penting dalam tata kelola pemerintahan desa.
Warga berinisial B menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin berspekulasi, namun meminta penjelasan konkret dari panitia.
“Ia menyebut telah berkoordinasi dengan Pj Kades Eko, tetapi dijelaskan bahwa keputusan sepenuhnya berada pada panitia.
“Kalau begitu, panitia harus berani menjelaskan secara terbuka kepada masyarakat,” katanya.
“Ia bersama sejumlah warga menyatakan siap mengawal setiap tahapan agar sesuai regulasi dan tidak ada kesan proses tertutup. Mereka menilai pengawasan masyarakat merupakan bagian dari kontrol sosial demi menjaga integritas hasil pemilihan.
Sampai berita ini diturunkan, panitia belum memberikan tanggapan resmi atas kritik tersebut.
Warga berharap ada langkah cepat berupa klarifikasi publik agar situasi tetap kondusif dan kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi desa tidak luntur.
(Yustinia)
![]()
