Jombang, Liputan10.id – Idul Adha (biasa disebut Hari Raya Kurban karena identik dengan penyembelihan hewan kurban) diperingati oleh umat Islam pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah. Menurut penanggalan Masehi, Idul Adha tahun ini jatuh pada Kamis, 29 Juni 2023.
Perayaan Idul Adha diawali dengan kisah Nabi Ibrahim yang menyembelih hewan ternak dalam jumlah besar saat itu: domba, sapi, dan unta. Namun Nabi Ibrahim merasa itu bukan masalah besar dan bahkan berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan dengan senang hati menyembelih anak-anaknya sendiri jika dia memiliki anak. Sumpah ini dilakukan karena Sarah yang sudah lama menikah dengan Ibrahim tidak memiliki anak. Dan Ibrahim diperintahkan untuk menikahi Siti Hajar. Itulah awal kisah Idul Adha.
Tak lama setelah menikah dengan Hajar, ia dikaruniai seorang putra bernama Ismail. Hingga pada suatu malam Nabi Ibrahim bermimpi diperintah oleh Allah untuk memenuhi nazarnya untuk membunuh anaknya. Ibrahim bingung, tapi akhirnya melakukan apa yang dia katakan. Ismail yang saat itu berusia tujuh tahun menerimanya dengan sepenuh hati. Namun, pisau yang digunakan untuk membunuh Ismail ternyata tidak cukup ampuh untuk membunuhnya, maka selamatlah ismail. Dalam beberapa riwayat juga disebutkan bahwa Allah mengganti Ismail dengan seekor domba hingga akhirnya muncul di Idul Adha dengan perintah untuk menyembelih kambing dan hewan kurban lainnya. Karena itulah Idul Adha sering disebut sebagai Hari Raya Kurban karena identik dengan penyembelihan hewan kurban.
Di Indonesia, Idul Adha biasanya dirayakan dengan shalat Ied Meskipun beberapa kalangan mungkin menggunakan tanggal yang berbeda dalam menetapkan tanggal hari raya, namun tidak ada perbedaan dalam tata cara menjalankan shalat Ied. Shalat Ied biasanya diadakan di masjid-masjid. Namun banyak juga yang menggunakan mushola.Jika jumlah jamaahnya banyak, maka shalat Ied biasanya dilakukan di lapangan terbuka atau alun-alun. Kebanyakan orang mengikuti pemerintah dalam penetapan hari raya ini, banyak juga yang memperingatinya lebih awal ataupun lebih akhir.
Usai melaksanakan salat Ied,biasanya dilanjutkan dengan menyembelih hewan kurban, Namun ada juga yang menyembelih hewan kurban keesokan harinya hingga batas penyembelihan hewan kurban. Di beberapa daerah, warga mengumpulkan hewan kurbannya di masjid tempat mereka melaksanakan salat Idul Adha. Tetapi ada juga yang menyembelih di rumah Mereka masing-masing. Tak lupa takbir terus berkumandang dengan merdu.
Indonesia memiliki beberapa tradisi unik untuk menandai liburan ini. Salah satunya adalah Grebeg Gunungan yang dilestarikan di Keraton Yogyakarta. Tradisi ini sudah dilakukan sejak lama dan diwariskan secara turun-temurun dengan acara mengarak tiga buah gunungan dengan makanan yang berbeda dan bermacam-macam. Tradisi ini diyakini akan mempercepat mata pencaharian mereka atau dapat melancarkan rezeki. Semarang juga memiliki tradisi Apitan, dimana warga mengarak Tumpengan beramai-ramai di sepanjang jalan raya. Ada juga tradisi unik manten sapi, yang bertujuan untuk menghormati sapi yang akan disembelih dengan cara menikahkannya. (red)
Editor : April
![]()
