JOMBANG, Liputan10.id – Ambruknya kanopi Pasar Ploso yang baru diresmikan sekitar tiga bulan lalu menuai sorotan tajam dari DPRD Kabupaten Jombang. Proyek revitalisasi senilai Rp3,9 miliar itu kini menjadi perhatian serius karena dinilai bermasalah.
Komisi C DPRD Jombang langsung menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan memanggil sejumlah pihak terkait, mulai dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin), Dinas PUPR, kontraktor pelaksana, hingga pengawas proyek.
Dalam forum tersebut, terungkap adanya sejumlah kejanggalan, termasuk dugaan konflik kepentingan antara konsultan perencana dan pengawas proyek yang disebut berasal dari pihak yang sama meskipun menggunakan badan usaha berbeda.
Sekretaris Komisi C DPRD Jombang, Taufiqi Fakkarudin Assilahi, mengungkapkan bahwa pihak Disdagrin mengakui kualitas bangunan Pasar Ploso tergolong rendah.
“Kepala Disdagrin tadi jujur menyampaikan bahwa kualitas bangunannya memang jelek,” ujarnya, Kamis (02/04/2026).
DPRD pun mendorong dilakukan audit independen guna memastikan kesesuaian pekerjaan dengan rencana anggaran biaya (RAB). (red/cwr)
![]()
