Mojokerto, Liputan10.id – Dugaan pembuangan limbah kotoran hewan di Dusun Pandesari, Desa Sawo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, menjadi sorotan setelah warga mengeluhkan bau menyengat yang terus menerus mengganggu lingkungan permukiman.
Warga menyebut aktivitas tersebut sudah berlangsung cukup lama dan belum ada penyelesaian yang jelas.
Andik, warga setempat, mengatakan bahwa bau limbah sangat mengganggu kehidupan sehari-hari. “Kami berharap ada tindakan cepat, bukan hanya janji,” ujarnya.
Laporan warga telah disampaikan ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto. Namun setelah dilaporkan, respons yang diterima dinilai berjalan lambat. Hingga kini, warga belum melihat adanya tindakan nyata dari instansi terkait.
Kepala DLH Kabupaten Mojokerto, Rachmat Suharyono, menyampaikan akan mengecek lokasi. Namun pernyataan tersebut belum menjawab keresahan warga yang menilai pemerintah seolah menunggu situasi memanas terlebih dahulu.
Lebih disayangkan lagi, Kepala Desa Sawo belum memberikan respons meski telah dihubungi awak media. Kondisi ini memicu pertanyaan publik terkait keseriusan pemerintah desa dalam melindungi warganya dari potensi pencemaran lingkungan.
Di tengah minimnya respons pemerintah, warga bersama Karang Taruna dan pihak dusun bergerak mandiri dengan menghentikan aktivitas pembuangan limbah dan berencana menutup lokasi tersebut secara permanen.
Atas lambannya penanganan, media dan LSM menyatakan akan segera melaporkan persoalan ini ke dinas terkait hingga ke tingkat pemerintahan yang lebih tinggi. Langkah ini diambil agar keluhan dan keresahan warga Pandesari mendapat perhatian serius serta penanganan tegas demi menjaga kelestarian lingkungan.
(Yustinia)
![]()
