MALANG, Liputan10.id – Dinamika politik di Jawa Timur mulai menghangat menjelang pelaksanaan KONFERDA Dewan Pimpinan Daerah Projo Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada 12 April di Kota Malang.
Agenda ini dipastikan tidak sekadar menjadi kegiatan rutin organisasi, melainkan momentum strategis untuk memperkuat soliditas relawan di seluruh tingkatan. Instruksi satu komando pun digaungkan kepada seluruh kader dan simpatisan agar merapatkan barisan serta memperkuat loyalitas menghadapi tantangan politik ke depan.
Seluruh elemen relawan, mulai dari tingkat daerah hingga akar rumput, diwajibkan hadir guna menunjukkan kekompakan organisasi yang selama ini dikenal memiliki basis militan kuat.
Sekretaris DPD Projo Jatim, Tomi Hartono Wibowo, menegaskan bahwa KONFERDA kali ini menjadi titik penting dalam menentukan arah gerakan ke depan.
“Ini bukan sekadar konferda, tetapi momentum untuk menegaskan arah perjuangan. Seluruh relawan harus solid, satu komando, dan tidak ada ruang bagi yang setengah hati,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Pemilihan Kota Malang sebagai lokasi kegiatan dinilai strategis, mengingat kota tersebut memiliki dinamika politik yang aktif sekaligus menjadi salah satu basis penting gerakan relawan.
Pengamat politik lokal, Gus Sa’dulloh, menilai KONFERDA ini berpotensi memberi dampak signifikan terhadap peta kekuatan relawan di Jawa Timur.
“Jika konsolidasi ini berjalan maksimal, pengaruhnya bisa meluas hingga tingkat nasional. Projo bukan kekuatan biasa dalam dinamika politik saat ini,” katanya.
Sejumlah isu strategis diperkirakan akan menjadi pembahasan utama, termasuk arah dukungan politik serta penguatan jaringan relawan menjelang kontestasi politik mendatang. (red)
![]()
