Sembilan Proyek Irigasi Senilai Rp5,45 Miliar Resmi Dimulai, Pemkab Mojokerto Perkuat Ketahanan Pangan dan Antisipasi Musim Hujan

Mojokerto, Liputan10.id – Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) resmi memulai pelaksanaan sembilan proyek pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi yang tersebar di sejumlah kecamatan. Seluruh proyek tersebut memiliki total anggaran sebesar Rp5.454.172.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Mojokerto dan ditargetkan selesai dalam waktu 150 hari kalender.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Yuni Laili Faizah, menjelaskan bahwa kontrak kerja dengan sembilan kontraktor pelaksana telah ditandatangani pada Jumat, 26 Juni 2026. Sejak penandatanganan kontrak tersebut, seluruh pekerjaan fisik mulai dilaksanakan di lapangan.

Menurut Yuni, target penyelesaian selama 150 hari bukan sekadar batas waktu administrasi, tetapi menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah agar seluruh jaringan irigasi dapat berfungsi optimal sebelum musim hujan dan menjelang masa tanam berikutnya. Dengan demikian, distribusi air menuju lahan pertanian diharapkan berjalan lancar sehingga mampu menjaga produktivitas sektor pertanian.

Kesembilan proyek tersebut meliputi Peningkatan Jaringan Irigasi Cakarayam II sepanjang 50 meter dengan anggaran Rp413.043.000 yang melayani sekitar 4 hektare sawah. Peningkatan Jaringan Irigasi Desa Pekuwon sepanjang 360 meter senilai Rp232.706.000 ditujukan untuk mengairi sekitar 32,64 hektare lahan pertanian.
Selain itu terdapat rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Turi sepanjang 422 meter dengan anggaran Rp300.997.000 yang melayani 32,73 hektare sawah. Kemudian peningkatan Jaringan Irigasi Sumberpunggul sepanjang 76 meter senilai Rp407.368.000 dengan cakupan layanan mencapai 67,28 hektare.

Pada sektor bendung, pemerintah mengalokasikan Rp647.467.000 untuk rehabilitasi Bendung Urung-urung II yang melayani 27 hektare lahan, rehabilitasi Bendung Jatidukuh sebesar Rp624.560.000 untuk 40,71 hektare, peningkatan Bendung Wonokerto Tahap II dengan nilai terbesar mencapai Rp2.147.999.000 yang akan melayani 72 hektare sawah produktif, peningkatan Bendung Losari II sebesar Rp492.709.000 untuk 9,46 hektare, serta rehabilitasi pintu air Bendung Tambaksari senilai Rp187.323.000 yang melayani sekitar 39 hektare.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Rois Arif Budiman, saat dihubungi melalui WhatsApp menjelaskan bahwa pekerjaan irigasi memiliki tantangan tersendiri karena sebagian besar lokasi berada di aliran sungai yang sangat dipengaruhi kondisi alam dan cuaca.

Menurutnya, diperlukan metode pelaksanaan yang tepat, percepatan pekerjaan, serta pengawasan yang optimal agar proyek dapat selesai tepat mutu, tepat biaya, tepat waktu, dan tepat manfaat sehingga keterlambatan seperti yang pernah terjadi pada tahun sebelumnya tidak kembali terulang.

Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga terus berupaya memperluas pembangunan irigasi melalui dukungan pemerintah pusat. Sebanyak 30 usulan proyek telah diajukan melalui skema Instruksi Presiden (Inpres), meliputi rehabilitasi saluran sekunder, tersier hingga pembangunan jaringan irigasi air tanah.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan pelayanan irigasi, menjaga ketersediaan air bagi petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan mendukung pengendalian banjir di Kabupaten Mojokerto.

(yustinia)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *