TPDSM Mojokerto Diproyeksikan Jadi Ikon Perdamaian dan Kebangkitan Budaya Majapahit

Mojokerto, Liputan10.id – Pemasangan peta pembangunan Taman Perdamaian Dunia Soerjo Modjopahit (TPDSM) di Desa Pakis, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto menjadi penanda dimulainya proyek pengembangan kawasan budaya dan wisata sejarah berbasis peradaban Majapahit, Kamis (21/05/2026).

Pembangunan TPDSM digagas sebagai kawasan wisata budaya modern yang tetap mempertahankan nilai sejarah dan kearifan lokal Majapahit. Proyek tersebut direncanakan berdiri di atas lahan sekitar 22,90 hektare dan dikerjakan secara bertahap selama kurang lebih dua tahun.

Dalam kegiatan tersebut hadir jajaran Perhutani KPH Jawa Timur, Perhutani KPH Jombang, Yayasan Soerya Modjopahit, Camat Trowulan, Kepala Desa Pakis, serta unsur Forkopimcam.

Sinergi berbagai pihak dinilai menjadi faktor penting dalam mewujudkan kawasan budaya yang diharapkan mampu menjadi pusat edukasi sejarah sekaligus destinasi wisata unggulan di Mojokerto.

Administrator Perhutani KPH Jombang, Enny Handhayany Y.S. mengatakan pembangunan TPDSM diharapkan dapat mengangkat kembali kejayaan budaya Majapahit melalui konsep wisata edukatif yang tetap ramah lingkungan.

Menurutnya, pengembangan kawasan tidak hanya bertujuan menghadirkan destinasi wisata baru, namun juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar melalui sektor pariwisata dan usaha lokal.

“TPDSM diharapkan mampu menjadi ikon wisata budaya dan edukasi yang memperkenalkan nilai sejarah Majapahit kepada generasi muda maupun wisatawan dari berbagai daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa aspek pelestarian lingkungan tetap menjadi perhatian utama dalam pembangunan kawasan tersebut. Penataan lahan dan penghijauan akan dilakukan secara bertahap agar konsep budaya yang diusung tetap selaras dengan alam.

Sementara itu, pelaksana pembangunan TPDSM, Ir. Ma’mun Suparta menjelaskan bahwa tahap awal proyek difokuskan pada pemerataan lahan, penataan kawasan, serta penanaman pohon sebagai bagian dari konsep green cultural tourism.

Ia optimistis keberadaan TPDSM nantinya mampu menjadi landmark budaya baru di Mojokerto yang memiliki daya tarik kuat di sektor wisata sejarah dan edukasi.

“Kami ingin menghadirkan kawasan budaya yang tidak hanya memiliki keindahan fisik, tetapi juga membawa filosofi dan semangat kejayaan Mojopahit,” katanya.

Konsep TPDSM akan menghadirkan nuansa khas budaya Jawa Majapahit, mulai dari desain arsitektur, tata ruang kawasan, hingga atribut budaya yang dikenakan para pedagang dan karyawan.

Keberadaan kawasan tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas Trowulan sebagai pusat sejarah Kerajaan Majapahit sekaligus membuka peluang besar bagi perkembangan sektor wisata budaya di Kabupaten Mojokerto.

Dengan konsep world peace cultural destination, TPDSM diproyeksikan menjadi simbol kebangkitan budaya Majapahit yang mampu membawa nama Mojokerto ke panggung wisata budaya internasional.

(Yustinia)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *