Jombang, Liputan10.id – Kabupaten Jombang melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) terus melakukan berbagai pembangunan fisik. Salah satunya adalah kegiatan pembangunan Rehabilitasi Drainase dan Trotoar di Jalan KH. Abdurrahman Wahid (Jalan Gus Dur), Kecamatan Jombang Kota. Drainase dan trotoar yang direhabilitasi sepanjang 372,3 meter dengan nilai anggaran sebesar Rp. 3,23 Miliar.
Sesuai perencanaan, nantinya akan dibuat tertutup dengan menggunakan box culvert (gorong-gorong). Dimana pada bagian atasnya akan dibangun trotoar dengan lebar antara 4-9 meter.
Selanjutnya untuk mempercantik trotoar, sekaligus menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para pejalan kaki, maka akan dibuatkan taman-taman kecil. Detailnya berupa pot-pot berbentuk elips (lingkaran berbentuk lonjong) yang ditanami aneka bunga cantik. Seperti bunga lamtana, bougenville varigata, ararea, dan asoka.

Selain taman, ada juga kursi berbahan batu andhesit yang kokoh dengan diameter 30-40 sentimeter dan ketinggian 40 sentimeter. Kemudian tempat sampah tashblock, pohon pule grouping, lampu taman, dan bollard menyala.
Pada saat ini kegiatan Rehabilitasi Drainase/Trotoar Jalan KH. Abdurrahman Wahid masih dalam proses pengerjaan dari semula 5,29%, sudah terealisasi sebesar lebih dari 20%. Posisi pemasangan box culvert sudah sampai di area depan kampus Universitas Darul Ulum sisi timur. Termasuk saat ini pemasangan kanstin atau batu pembatas dan pengunci paving trotoar sudah terpasang sejak dari titik lokasi depan Stadion Merdeka hingga area depan kampus Undar.
Menurut Kepala Dinas Perkim Agung Hariadi, saat ditemui awak media pada Kamis (21/9/2023) menyebutkan bahwa pelaksanaan proyek akan dikerjakan selama 120 hari, dan untuk memastikan proyek pembangunan rehabilitasi drainase dan trotoar tersebut berjalan sesuai rencana maka pihak Dinas Perkim setiap hari memantau proses dan progres pembangunan proyek tersebut
“Rehabilitasi drainase dan trotoar ini sebagai upaya mewujudkan kota yang
lebih indah dan nyaman bagi pejalan kaki, serta dapat mereduksi genangan air pada saat terjadi hujan,” pungkas Agung. (red)
Editor : cwr
![]()
