Dinas Perkim Jombang Tuntaskan Program Berkadang Selaras dengan Instruksi Presiden Jokowi

Contoh pembangunan sarana Mandi Cuci Kakus (MCK) dari dana program Berkadang di desa-desa wilayah Kabupaten Jombang

Jombang, Liputan10.id – Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Jombang tuntaskan program Berkarakter dan Berdaya Saing (Berkadang) yang merupakan implementasi Visi dan Misi dari mantan Bupati dan Wakil Bupati Jombang terpilih Mundjidah Wahab dan Sumrambah periode 2018-2023. Program Berkadang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Jombang Tahun 2018-2023 dan di desain untuk mengantarkan seluruh proses program Pembangunan di Kabupaten Jombang, agar efektif, efisien dan berdaya guna bagi masyarakat.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Jombang, Agung Hariadi mengungkapkan, Program Jombang Berkadang telah diimplementasikan ke Desa-Desa di seluruh wilayah Kabupaten Jombang sejak proses Perencanaan Tahun 2019 lalu dan dilanjutkan hingga tutup Tahun Anggaran 2023.

Agung menambahkan, program Jombang Berkadang juga selaras dengan instruksi Presiden Jokowi kepada seluruh jajaran Kementerian teknis lingkup pemerintah pusat dan Dinas Teknis di daerah-daerah. Dimana setiap jajaran selalu berkoordinasi dalam rangka memastikan target pemerintah pada tahun 2024 untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrim dan pengentasan stunting bisa tercapai.

“Bapak Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan untuk mendorong penggunaan anggaran belanja negara, termasuk di Dinas Perkim berfokus pada program unggulan pemerintah. Seperti penanganan stunting, pengentasan kemiskinan ekstrim, maupun program-program lainnya,” Ungkap Agung saat ditemui awak media Jum’at (6/10/2023).

Proses pembuatan septic tank pembangunan sarana Mandi Cuci Kasus (MCK) dari dana program Berkadang Kabupaten Jombang

Agung merinci, Pemkab Jombang pada tahun anggaran 2023 telah mengalokasikan dana dari program Berkadang sebesar Rp.6.750.000.000,- (Enam Milyar Tujuh Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) untuk pembangunan sarana mandi cuci kakus (MCK). Pembangunan sarana MCK tersebut sebagai upaya untuk mendorong terciptanya sanitasi lingkungan yang sehat. Jombang Berkadang ini tersebar di sejumlah desa di Wilayah Kabupaten Jombang.

Pembangunan MCK dalam Program Jombang Berkadang ini, papar Agung, sebagai salah satu wujud nyata perhatian Pemkab Jombang. Tujuannya jelas. Yakni untuk mendukung wilayah Kabupaten Jombang menjadi daerah berstatus Open Defecation Free (ODF) tahun 2023 ini. Atau bisa dimaknai sebagai daerah yang bebas dari kebiasaan buruk buang air besar sembarangan.

Agung mengatakan, alokasi dana Program Berkadang untuk pembangunan MCK sebesar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) per unit.

“Angka tersebut meliputi bangunan berupa bilik kamar mandi, kakus/ toilet dan tangki septik (Septic Tank) yang telah memenuhi standart Kementerian PUPR,” jelasnya

Sementara itu secara terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Prasarana dan Sarana Utilitas Umum Dinas Perkim Jombang, Sri Rahayu membeberkan, target realistis dari pembangunan MCK ini, untuk memenuhi kebutuhan dasar warga Jombang. Yaitu berupa sanitasi yang layak. Kelayakan sanitasi warga, lanjut Kabid yang biasa dipanggil Yayuk ini, tentu akan berimbas pada kualitas hidup warga desa semakin membaik.

Selain itu, Yayuk berharap setelah pembangunan MCK tuntas, masyarakat yang mendapatkan bantuan program pembangunan MCK ini dapat berpartisipasi dengan menjaga kebersihannya.

“Sehingga kenyamanan menggunakan fasilitas MCK ini bisa terjaga dan masyarakat tidak lagi buang air besar di sungai atau tempat sembarangan,” pungkasnya (red)

 

Editor : cwr

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *