JOMBANG, Liputan10.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang menggelar Forum Perangkat Daerah sebagai tahapan penting dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 20 Februari 2026, di Aula 1 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang dan dihadiri sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang.
Forum ini menjadi wadah koordinasi dan sinkronisasi antarperangkat daerah guna memastikan program dan kegiatan tahun 2027 selaras dengan prioritas pembangunan daerah serta kebutuhan masyarakat di sektor pendidikan dan kebudayaan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari, dalam paparannya menjelaskan arah kebijakan dan strategi yang akan menjadi fokus Renja 2027. Ia menekankan pentingnya perencanaan yang terukur, adaptif, dan berbasis kebutuhan riil di lapangan.
“Renja 2027 harus mampu menjawab tantangan pendidikan ke depan, sekaligus memperkuat pelestarian kebudayaan daerah. Karena itu, penyusunannya harus berbasis data, selaras dengan dokumen perencanaan daerah, dan terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang kolaboratif untuk menyempurnakan program kerja.
“Kami ingin memastikan setiap program yang dirancang benar-benar berdampak dan tepat sasaran. Sinkronisasi antar OPD menjadi kunci agar tidak terjadi tumpang tindih program,” tambahnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Abdul Majid, serta M. Supakun, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia pada Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Jombang yang memberikan pandangan terkait harmonisasi perencanaan pembangunan.
Melalui forum ini, Disdikbud Jombang berharap dokumen Renja Tahun 2027 dapat tersusun secara komprehensif, partisipatif, dan mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan serta penguatan identitas budaya daerah. (red)
![]()
