Berita  

Pengaduan Masyarakat Akhirnya Direspons, Lampu PJU dan Lampu Peringatan Terpasang di Perempatan Joko Kendil, Jalur Tengkorak Mulai Lebih Aman

Mojokerto, Liputan10.id – Kabar menggembirakan datang bagi masyarakat Mojokerto Raya, khususnya para pengguna jalan yang setiap hari melintasi Perempatan Joko Kendil. Setelah sekian lama menjadi perhatian publik karena sering terjadi kecelakaan lalu lintas, kawasan yang dikenal masyarakat sebagai “Jalur Tengkorak” kini mulai mendapatkan penanganan nyata dari pemerintah.

Perubahan tersebut diwujudkan dengan dipasangnya lampu penerangan jalan umum (PJU) tenaga surya serta lampu peringatan bahaya di beberapa titik strategis perempatan. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas berbagai pengaduan masyarakat yang disampaikan melalui Ketua LP2KP, Mujiono MD, serta dorongan berbagai elemen masyarakat yang selama ini menginginkan adanya peningkatan keselamatan di lokasi tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, lampu tenaga surya telah terpasang pada sisi utara simpang empat. Selain itu, sisi selatan, arah Joko Kendil maupun jalur masuk dari arah Wikarsa juga telah dipasangi lampu penerangan dan lampu peringatan sehingga kondisi perempatan jauh lebih terlihat terutama pada malam hari.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu mengurangi potensi kecelakaan yang selama ini kerap terjadi akibat minimnya penerangan dan kurangnya peringatan bagi pengguna jalan.

Masyarakat menyampaikan rasa syukur atas respon cepat yang diberikan pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan bersama instansi terkait. Mujiono perwakilan dari masyarakat mengatakan,

“Alhamdulillah, akhirnya lampu bahaya dan lampu PJU sudah dipasang di Perempatan Jalan Joko Kendil. Terima kasih kepada Pemerintah Daerah beserta jajarannya, juga kepada TNI dan Polri yang telah merespon pengaduan kami. Ini menjadi bukti bahwa suara masyarakat masih didengar,” Ujarnya.

Meski demikian, warga menilai upaya tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan keselamatan lalu lintas di lokasi tersebut. Volume kendaraan yang cukup padat dari empat arah dinilai masih berpotensi menimbulkan kecelakaan apabila belum dilengkapi dengan pengaturan arus lalu lintas secara permanen.

Karena itu masyarakat berharap pemerintah dapat melanjutkan penanganan dengan memasang traffic light (lampu merah) agar kendaraan dapat melintas secara lebih tertib dan pejalan kaki memperoleh kesempatan menyeberang dengan aman.

Harapan tersebut dinilai sangat realistis mengingat Perempatan Joko Kendil merupakan jalur utama yang setiap hari dilalui kendaraan pribadi, sepeda motor maupun truk bertonase besar.

Keberhasilan pemasangan lampu PJU ini menjadi contoh bahwa sinergi antara masyarakat, media, lembaga sosial serta pemerintah mampu menghasilkan solusi nyata bagi kepentingan publik.

Masyarakat Mojokerto berharap pembangunan keselamatan jalan tidak berhenti pada pemasangan lampu penerangan saja, namun segera dilanjutkan dengan pemasangan traffic light, marka jalan yang lebih jelas, rambu peringatan tambahan, serta pengawasan berkala sehingga angka kecelakaan di Perempatan Joko Kendil dapat ditekan semaksimal mungkin.

(Yustinia)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *