Mojokerto, Liputan10.id — Sebuah galeri seni yang terletak di Dusun Jatisumber, Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, menjadi pusat kegiatan seni dan budaya yang menarik perhatian. Galeri tersebut, bernama Galeri Gulo Kelopo, dikenal sebagai tempat produksi berbagai jenis patung batu dengan nuansa kerajaan dan budaya lokal.
Nanang Muni, salah satu pengrajin yang merupakan warga asli Jatisumber, menjelaskan bahwa pembuatan patung ini bukan sekadar kegiatan ekonomi, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap pelestarian sejarah dan budaya Indonesia.
“Kami sebagai pengrajin patung batu ingin mengembalikan nilai-nilai sejarah dan budaya bangsa, khususnya yang berasal dari wilayah nusantara. Patung-patung ini mencerminkan kejayaan masa lalu,” ujar Nanang.
Galeri ini tidak hanya menjadi wadah ekspresi seni, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar. Kepala Dusun Jatisumber, Wawan Ariyanto, menyambut baik keberadaan galeri tersebut.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Selain melestarikan budaya, galeri ini membantu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal,” ungkap Wawan.
Dengan memadukan kearifan lokal dan semangat pelestarian budaya, Galeri Gulo Kelopo menjadi contoh nyata bagaimana seni dapat berkontribusi pada pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat desa.
Diharapkan, inisiatif seperti ini dapat terus berkembang dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan pelaku pariwisata.
(Yustinia)
