Jombang, Liputan10.id – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) saat ini masuk kategori status gawat. Komisi D DPRD Jombang merespon hal ini karena korban meninggal akibat DBD terus bertambah. Selain itu jumlah kasus DBD juga terus meningkat.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jombang M Syarif Hidayatullah mengungkapkan, sejak memasuki bulan Januari hingga Februari 2024 kasus DBD terus meningkat. Bahkan dalam bulan Februari ini saja, tercatat dua kasus DBD dengan penderita meninggal dunia.
“Tentu kami sangat prihatin dengan kondisi terkini terkait kasus DBD di Jombang ya,” katanya saat dikonfirmasi pada Rabu, (21/02/2024).
Terlebih lagi kasus penderita DBD yang meninggal dalam satu desa yakni di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung. Menurut pria yang akrab dipanggil Gus Sentot ini, data tersebut menunjukkan kondisi kesehatan daerah masuk kategori endemis. Karena virus yang berasal dari gigitan nyamuk Aedes Aegypti tersebut, semakin menunjukkan tren gawat.
“Kabar terbaru ada balita yang meninggal,” ungkapnya prihatin.
Menurut Gus Sentot, semua tidak boleh abai dan terlena. Terutama Pemkab Jombang dalam hal ini dinas kesehatan untuk segera melakukan langkah-langkah kongkrit pencegahan. Hal tersebut agar tidak semakin menimbulkan banyak lagi korban DBD yang terus berjatuhan.
”Mohon maaf ini ya dalam hal ini Dinkes Jombang saya melihat tidak ada gerakan bersama Pembasmian Sarang Nyamuk (PSN) yang progresif untuk menangani penyakit DBD yang kian merebak. Diakui atau tidak, Fogging atau pengasapan untuk membunuh jentik nyamuk masih kurang,” paparnya.
Padahal, imbuh Ketua DPC Partai Demokrat Jombang ini, upaya-upaya pencegahan serangan nyamuk Aedes Aigepti sangat penting. Termasuk lebih memaksimalkan kader-kader juru basmi jentik (Jubastik) di masing-masing desa agar lebih intensif terjun door to door ke rumah-rumah warga.
”Sosialisasi dan kembali menggerakkan kader Jubastik lebih intensif di seluruh lingkungan. Karena sekarang musim hujan jadi potensi penyebaran DBD tentunya lebih tinggi,” ungkapnya.
Dia mengusulkan pemkab tidak hanya menggerakkan jajaran dinas kesehatan, namun juga relawan dari berbagai organisasi sosial. Hal itu untuk mencegah dan menangani masalah DBD.
Dirinya pun mengimbau masyarakat agar selalu waspada. Mengikuti arahan untuk mencegah serangan nyamuk DBD. Salah satunya dengan membersihkan lingkungan dan lainnya.
”Saya menghimbau pada masyarakat Jombang apabila ada yang mengalami gejala seperti DBD, segeralah periksa ke dokter baik di puskesmas atau ke rumah sakit. Jangan terlambat, karena bisa fatal akibatnya,” pungkasnya. (red)
Editor : Cwr
![]()
