Mojokerto, Liputan10.id – Upaya mengatasi persoalan genangan air dan banjir yang kerap terjadi saat musim penghujan terus dilakukan Pemerintah Propinsi Jatim, Tepatnya bina marga upt pjj wilayah 1 mojokerto. Salah satu langkah yang saat ini dikerjakan adalah kegiatan perawatan dan normalisasi saluran drainase di sepanjang Jalan Pemuda, Mojosari, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu (24/6/2026), sejumlah pekerja terlihat melakukan pembersihan saluran drainase yang selama ini dipenuhi endapan tanah, rumput liar, sampah, serta material lain yang menghambat aliran air. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pemeliharaan rutin infrastruktur jalan dan saluran air guna meningkatkan fungsi drainase lingkungan.
Pekerjaan normalisasi drainase tersebut memiliki panjang sekitar 1.300 meter dan dikerjakan selama 10 hari kalender dengan melibatkan 15 tenaga kerja lapangan. Untuk anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan pemeliharaan ini sudah tersedia.
Lokasi pekerjaan berada di sekitar Jalan Pemuda, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Pelaksana kegiatan yang disebut berinisial KJ menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap banjir yang hampir setiap tahun terjadi di wilayah tersebut.
“Perawatan ini dilakukan untuk normalisasi saluran drainase. Setiap musim hujan daerah ini sering mengalami genangan bahkan banjir karena banyak saluran yang tersumbat oleh tanah, rumput liar, dan sedimentasi. Oleh karena itu kami melakukan pembersihan agar fungsi drainase kembali optimal,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pemeliharaan yang dilaksanakan oleh. Bina marga upt pjj wilayah 1 Mojokerto, guna menjaga kelancaran aliran air di sepanjang ruas jalan pemuda.
Sementara itu, Prapto, yang dikenal sebagai pengamat jalan, menilai langkah normalisasi drainase tersebut sangat diperlukan mengingat kondisi saluran yang selama bertahun-tahun mengalami pendangkalan.
Menurutnya, keberadaan drainase yang berfungsi dengan baik merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga umur konstruksi jalan. Apabila saluran tersumbat dan air menggenangi badan jalan dalam waktu lama, maka kerusakan jalan akan lebih cepat terjadi.
“Pembersihan drainase harus dilakukan secara berkala. Selain mencegah banjir, juga menjaga agar struktur jalan tidak cepat rusak akibat genangan air yang terus-menerus,” ungkapnya.
Warga sekitar pun menyambut baik adanya kegiatan tersebut.
Mereka berharap setelah normalisasi selesai dilaksanakan, aliran air dapat kembali lancar sehingga tidak lagi terjadi genangan yang mengganggu aktivitas masyarakat maupun pengguna jalan.
Program pemeliharaan drainase ini menjadi bagian dari upaya pemerintah propinsi dalam meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya saat menghadapi curah hujan tinggi yang berpotensi menyebabkan banjir di kawasan permukiman dan ruas jalan utama.
(Yustinia)
![]()
