Mojokerto, Liputan10.id – Semangat kebersamaan dan gotong royong kembali ditunjukkan masyarakat Desa Wonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Melalui dana swadaya masyarakat yang dihimpun dari partisipasi warga sejak peringatan Agustus 2025, masyarakat bersama pemerintah desa menggelar acara budaya yang dipusatkan di Desa Wonorejo mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan tersebut diperkirakan akan menghadirkan sebanyak 36 unit sound horeg yang berasal dari Mojokerto maupun berbagai daerah lain seperti Jombang, Jember, Bondowoso, Tulungagung, Gresik, Malang, dan Blitar.
Kehadiran puluhan sound horeg itu diproyeksikan menjadi daya tarik utama sekaligus hiburan bagi masyarakat Desa Wonorejo maupun pengunjung dari luar daerah.
Saat ditemui awak media, salah satu tokoh masyarakat, H. Sampurna, menegaskan bahwa seluruh pendanaan kegiatan berasal dari hasil swadaya masyarakat tanpa bantuan dana dari pihak luar.
“Kegiatan ini murni dari dana swadaya masyarakat Desa Wonorejo. Tidak ada dana dari luar desa,” ungkapnya.
Desa Wonorejo yang dipimpin Kepala Desa Hj. Supriati, SH, atau yang akrab disapa Bu Yati, terdiri atas tiga dusun, yakni Dusun Sukoanyar, Dusun Wonorejo, dan Dusun Pandan silih, dengan total 35 RT.
Menurut warga, keberhasilan penyelenggaraan acara budaya ini merupakan hasil sinergi yang baik antara pemerintah desa, perangkat desa, panitia, dan masyarakat yang memiliki tujuan sama, yakni memberikan hiburan sekaligus mempererat tali silaturahmi warga.
Dalam kesempatan yang sama, Hj. Supriati menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan masyarakat yang kembali diberikan kepadanya untuk memimpin Desa Wonorejo pada periode kedua sebagai kepala desa.
“Alhamdulillah, kami bersyukur diberi kepercayaan warga untuk mengadakan acara budaya ini. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan sukses,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar peserta sound horeg berasal dari wilayah Malang dan Blitar, disusul daerah lain di Jawa Timur. Bahkan dari 35 RT yang ada, terdapat satu RT yang secara mandiri menyiapkan dua unit sound horeg sebagai bentuk partisipasi masyarakat.
Menurutnya, amanah yang diberikan masyarakat memang tidak ringan. Namun dengan niat tulus dan kerja sama seluruh elemen desa, segala tantangan dapat dilalui dengan baik.
Untuk menjaga keamanan selama kegiatan berlangsung, panitia telah berkoordinasi dengan aparat keamanan. Pengamanan melibatkan personel dari Polsek Trowulan, Polres Mojokerto, CPM sebanyak 10 personel, Dinas Perhubungan 10 personel, serta Koramil Trowulan sekitar 20 personel.
Babinsa Desa Wonorejo, Habib K dari Koramil Trowulan, menyampaikan apresiasi terhadap sikap masyarakat yang dinilai mampu menjaga suasana tetap tertib dan kondusif.
“Saya optimistis kegiatan ini berjalan lancar. Warga Wonorejo sangat disiplin, persuasif, dan mampu menjaga kondusivitas selama acara berlangsung,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang warga, Lutfi, mengatakan para pemuda telah bekerja sejak malam hari untuk mempersiapkan lahan parkir bagi pengunjung.
“Kami lembur menyiapkan lahan parkir. Radius sekitar 50 meter sudah disterilkan agar kegiatan berjalan aman. Untuk parkir dikenakan tarif Rp10.000 sampai Rp20.000 yang nantinya dimanfaatkan sebagai kas pemuda dan Karang Taruna,” katanya.
Melalui kegiatan budaya tersebut, masyarakat berharap Desa Wonorejo dapat semakin dikenal sebagai desa yang menjunjung tinggi nilai budaya, gotong royong, serta ikut mendukung citra Kecamatan Trowulan sebagai kawasan yang memiliki nilai sejarah tinggi sebagai peninggalan kejayaan Kerajaan Majapahit.
(Yustinia)
![]()
