Mojokerto, Liputan10.id – Pembangunan dan pembaruan fasilitas di SMPN 1 Sooko kini menjadi perhatian publik setelah program revitalisasi resmi dimulai pada awal Agustus 2025.
Dengan nilai proyek mencapai Rp 1,199 miliar yang bersumber dari APBN tahun 2025, kegiatan ini ditargetkan selesai pada akhir Desember mendatang.
Tim media yang melakukan investigasi di lokasi bertemu dengan Rusman, salah satu guru BK di SMPN 1 Sooko. Ia menyampaikan bahwa suasana sekolah kini mulai terasa berbeda dengan adanya aktivitas pembangunan di sejumlah titik.
“Meski ada pekerjaan konstruksi, kegiatan belajar tetap berjalan lancar. Kami senang karena pembangunan ini akan membuat lingkungan sekolah lebih nyaman dan layak,” katanya.
Proyek revitalisasi ini dilaksanakan oleh panitia pembangunan satuan pendidikan (P2S) yang dibentuk oleh pihak sekolah. Menurut Kepala Sekolah Drs. Sutrisno Slamet, M.Pd., revitalisasi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan di seluruh daerah. “Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif bagi siswa dan guru,” ujarnya optimis.
Revitalisasi meliputi pembangunan dan perbaikan ruang kelas, area pendukung kegiatan belajar, serta peningkatan keamanan dan kenyamanan fasilitas. Selain berdampak bagi civitas akademika, proyek ini juga membawa pengaruh positif bagi masyarakat sekitar karena menciptakan suasana sekolah yang lebih hidup dan menarik.
Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, SMPN 1 Sooko akan memasuki tahun ajaran baru 2026 dengan tampilan yang lebih modern, menjadi contoh sekolah negeri berdaya saing di Kabupaten Mojokerto.
(Yustinia)
![]()
