Berita  

Dugaan Ketidaksesuaian Menu dan Telur Tak Layak Konsumsi Warnai Program Pangan di SMP Islam Al-Ishlah Trowulan

Mojokerto, Liputan10.id – Program makanan bergizi yang digulirkan pemerintah kembali menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan ketidaksesuaian menu di SMP Islam Al-Ishlah Trowulan. Temuan adanya telur diduga busuk serta perubahan jenis buah tanpa keterangan resmi memunculkan kekhawatiran akan lemahnya pengawasan distribusi.

Dalam dokumen resmi “Menu Hari Ini” yang dirilis SPBG Mojokerto Trowulan 5 pada 2 Maret 2026, telah tercantum komposisi makanan secara jelas untuk dua kategori porsi. Porsi besar mencakup roti sisir coklat, kacang koro mix, telur ayam, dan pisang Cavendish.

Sedangkan porsi kecil terdiri dari roti sisir keju, telur puyuh, dan pisang Cavendish.
Namun hasil klarifikasi di sekolah menunjukkan adanya perbedaan. Seorang tenaga pendidik berinisial T menyampaikan bahwa ketidaksesuaian bukan kejadian pertama.

Ia menuturkan, beberapa kali distribusi tidak sesuai daftar, termasuk dugaan telur dalam kondisi tidak layak konsumsi.
Selain telur, buah pisang yang seharusnya jenis Cavendish disebut diganti dengan pisang hijau mentah.

Kondisi tersebut memicu pertanyaan terkait standar penerimaan barang dan proses sortir sebelum dibagikan ke siswa.
Tak hanya itu, penggunaan roti pabrikan juga disorot.

Pengelola sebelumnya menyatakan mengutamakan produk UMKM lokal, namun dalam praktiknya disebut mengambil pasokan dari pabrik karena keterbatasan produksi UMKM.

Pengelola SPPG 5 berinisial W saat ditemui menyatakan akan melakukan pengecekan ulang ke supplier dan mengakui adanya kendala distribusi sebelumnya. Ia berjanji melakukan evaluasi internal agar kejadian serupa tidak terulang.

Kasus ini menegaskan pentingnya quality control sebelum makanan didistribusikan. Program pangan sekolah menyangkut kesehatan anak-anak. Jika pengawasan lemah, risiko kesehatan dapat mengancam, sekaligus menggerus kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan peningkatan gizi siswa. (YN)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *